السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Pengaruh Kalimat "laa ilaaha illallah" dalam Kehidupan Manusia
Seperti halnya shalat, kalimat tauhid juga memberikan pengaruh pada diri seorang muslim dalam kehidupannya. Al-Maududi menyebutkan ada sembilan pengaruh kalimat laa ilaaha illallah dalam kehidupan manusia:
Pertama, dengan kalimat ini pandangan seorang muslim tidak menjadi sempit, berbeda dengan orang yang mengakui banyak sesembahan, terlebih lagi bagi yang mengingkari-Nya.
Kedua, menumbuhkan kehormatan dan harga diri yang tidak bisa diperbuat oleh sesuatu yang lain.
Ketiga, menumbuhkan sikap tawadhu’ tanpa menghinakan dan rendah hati tanpa menyombongkan diri.
Keempat, seorang mukmin akan mengetahui secara yakin, tiada jalan keselamatan dan keberuntungan kecuali dengan menyucikan diri dan beramal sholeh.
Kelima, tidak tersusupi rasa putus asa, sebab ia yakin Allah mempunyai simpanan di langit dan di bumi.
Keenam, menunjukkan manusia kepada kekuatan besar berupa ambisi, keberanian, sabar, keteguhan hati, dan tawakkal ketika mengemban urusan-urusan penting karena mengharap ridha Allah, dan juga merasakan satu kekuatan yang menguasai langit dan bumi.
Ketujuh, menggerakkan keberanian pada manusia dan mengisi hati dengan semangat. Karena yang membuat manusia menjadi takut dan melemahkan ambisinya ada dua hal, yaitu; kecintaan terhadap dirinya sendiri, harta dan keluarga serta keyakinannya bahwa disana ada seseorang selain Allah yang dapat mematikan manusia.
Kedelapan, mengangkat kemampuan manusia, menumbuhkan ketinggian, kepuasan dan kecukupan, membersihkan hati dari noda-noda kerakusan, tamak, dengki, rendah diri, suka mencela dan sifat-sifat kurang baik lainnya.
Kesembilan, iman kepada laa ilaaha illallah menjadikan seorang mukmin selalu terkait dengan syari’at Allah dan sekaligus menjaganya.
------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar