Sabtu, 12 Desember 2015

Apakah mendoakan orang yang sudah meninggal itu bid ah

ANJURAN DAN PERINTAH MENDOAKAN YANG SUDAH MENINGGAL DALAM AYAT AL-QURAN DAN HADITS Ada Sebuah hadits yang disebutkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan lainnya, dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah SAW bersabda : ‘Sesungguhnya orang yang meninggal dunia itu mengetahui siapa yang memandikannya, membawanya, mengkafaninya dan memasukkannya ke dalam liang kubur.’ Abu Nu’aim dan lainnya meriwayatkan dari Amr bin Dinar, ia berkata, ‘Setiap orang yang meninggal dunia, maka ruhnya di tangan malaikat maut, ia melihat ke jasadnya, bagaimana ia dimandikan, bagaimana ia dikafani dan bagaimana ia dibawa. Dikatakan kepadanya ketika ia berada diatas pembaringannya, “Dengarkanlah pujian orang banyak kepadamu.”Ibnu Abi Ad-Dunia meriwayatkan makna yang sama dengan riwayat ini, ia meriwayatkan dari beberapa periwayat dari Tabi’in, dengan redaksi, ‘Ditangan malaikat’, tanpa ada tambahan lain. Ruhnya Melihat,Menyaksikan betapa begitu banyak umat muslim Hadir melihat kematiannya sampai ia memasuki alam kubur.Ruhnya melihat begitu banyak orang yang mendokan dirinya dan berharap allah menjadikannya dirinya sebagai seoarang hamba yang Dia Cintai sebagaamana mereka mencintainya.. Allah Subhanahu wa Ta’alaa juga berfirman : وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ “dan mendo’alah untuk mereka, sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka” (QS. at-Taubah : 104) وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ “dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan” (QS. Muhammad 47 : 19) Apa yang dilakukan segenap umat muslim mendokan Yang telah meninggal, perbuatan para sahabat kaum anshor dan muhajirin sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’alaa telah berfirman : والذين جاءوا من بعدهم يقولون ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رءوف رحيم “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr 59 ; 10) Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’alaa memberitahukan bahwa orang-orang yang datang setelah para sahabat Muhajirin maupun Anshar mendo’akan dan memohonkan ampun untuk saudara-saudaranya yang beriman yang telah (wafat) mendahului mereka sampai hari qiamat. Rasulullah bersabda :“ Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala yang melakukannya” (HR. Muslim) Betapa Indahnya sebuah kematian yang disertai Doa Ribuan Umat muslim.dan itu menunjukkan kemuliaannya sebagai Ulama yang disayangi segenap umat muslim.Tidak banyak orang mendapatkan anugrah cinta dan kasih sayang yang begitu banyak dari umat muslim disaat kematian tiba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar