Jumat, 30 Januari 2015

Allah menolong orang yang beriman

Allah Menolong Orang Yang Beriman
_________________________
Kapanpun pertolongan Allah akan tiba? Begitu banyak yang selalu menanti dan mengharap pertolongan Allah. Ada yang sabar, ada yang tidak sabar. Ada yang yakin bahwa Allah akan menolong, ada juga yang ragu-ragu. Ada yang menikmati saat-saat menanti pertolongan Allah, namun tidak sedikit yang sengsara.

Bagi orang-orang yang telah mengetahui ilmunya, yakin benar bahwa Allah adalah Dzat yang sama sekali tidak pernah bohong terhadap apa yang dijanjikan.

Allah adalah Dzat yang sekali-kali tidak pernah salah perhitungan sedikit pun atas segala takdir dan ketentuan-Nya. Pasti tidak akan meleset, pasti tidak akan mengecewakan! Hanya, perkara bentuk ataupun waktunya, masya Allah, itu sama sekali bukan urusan kita.

Bukankah untuk itu Allah Azza wa Jalla telah menebar janji dalam jaminan-Nya lewat al-Quran al-Karim? Simaklah firman-Nya yang sunguh-sunguh Maha Besar ini,

"Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)." (Q.S. al-Mu;min [40]:51)

"Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman." (Q.S. Ar-Ruum [30]:47)

Ada sebuah keluarga yang selalu dirundung ujian oleh Allah. Kedua suami istri itu ditakdirkan menderita suatu penyakit. Sang suami diuji dengan sakit tangan berkepanjangan; sekali jatuh sakit dia harus berbaring selama dua atau hingga tiga tahun. Istrinya pun ternyata harus mendapat ujian sakit pula. Hal ini kerap kali menimpa keduanya semenjak awal berumah tangga. Akan tetapi, Alhamdulillah keluarga ini benar-benar beriman.

Sampai suatu saat sang istri ditakdirkan oleh Allah mengandung, namun sayang kehamilannya ini merupakan satu ujian tersendiri. Ia "hamil anggur". Dokter menyarankan agar kandungannya segera dibersihkan. Kalau tidak akan menambah masalah baru bagi kesehatannya. Berapa biayanya? Subhanallah, untuk membersihkannya saja dibutuhkan biaya tak kurang dari Rp500 ribu. Jelas, keluarga yang hidup pas-pasan ini tidak mampu menanggung biaya sebesar itu.

Keduanya pun hanya bisa berdoa kepada Allah mengadukan semua ini.

"Ya, Allah. Sungguh Engkau Maha Tahu keadaan kami. Engkau Maha Tahu bahwa kami miskin harta. Kini Engkau uji kami dengan kejadian seperti ini. Hanya Engkau-lah yang mampu menolong dan melapangkan kesempitan hamba-hamba-Mu," rintihnya.

Begitulah, karena ketidakmampuannya menyediakan biaya pengobatan, sang istri hanya bisa berbaring lesu di tempat tidur. Hingga akhirnya turunlah pertolongan Allah yang Maha Rahman, yang jalannya berupa sakit thypus.

Panas sekujur tubuhnya, panas kepalanya, panas perutnya. Akibatnya, terjadilah keguguran. Dan dokter yang memeriksanya kemudian, meyatakan kandungannya kini bersih, sehinga tidak perlu lagi diadakan pembersihan kandungan sebagaimana yang telah disarankan tempo hari. Allahu Akbar!.

Sahabat, pertolongan Allah memang tidak mesti sebentuk dengan apa yang kita duga dan harapkan. Kita jangan terpedaya oleh syetan yang menganggap Allah tidak menolong kita. Padahal pertolongan Allah ternyata sudah datang, hanya karena beda bentuk saja.

Allah pasti sangat memperhatikan keadaan kita jauh lebih besar dari pada perhatian kita terhadap diri sendiri. Betapa tidak! Karena, Dia-lah yang merancang tubuh kita dengan detail, sedangkan kita tidak tahu apa-apa tentang diri ini. Lantas apa lagi yang perlu kita ragukan dalam hidup ini tentang jaminan dan jamuan dari Allah Azza wa Jalla?.

Hanya orang-orang malang yang ragu-ragu terhadap janji Allah. Padahal keraguan tidak akan mendatangkan apapun, selain mendatangkan kesengsaraan.

Yakin ataupun tidak yakin tetap saja ketentuan Allah akan menimpa kita. Hanya dengan keyakinan yang mantaplah, ketentuan Allah akan berubah menjadi ladang nikmat apapun yang terjadi.

Akan tetapi, kalau kita hadapi kejadian dalam hidup ini dengan buruk sangka terhadap pertolongan Allah, maka sudah kita sengsara menghadapinya, bahkan terhalang juga pertolongan Allah itu karena keburuksangkaan kita terhadap-Nya.

Oleh sebab itu, jangan sekali-kali mimpi hidup enak tanpa ujian dari Allah karena bagaimanapun ujian itu sendiri merupakan konsekuensi logis dari keberimanan kita. Sejauh kita yakin bahwa ujian merupakan suatu jalan bagi diangkatnya derajat keimanan kita. Insya Allah semua ini akan menjadi lading nikmat. Toh, tidak bisa diragukan lagi bahwa diujung segala ujian, karunia pertolongan-Nya siap menyongsong.

Hasbunallah wa nimal wakiil, nimal maulaa wa niman nashiir.

KH. Abdullah Gymnastiar - Aa Gym

Kamis, 29 Januari 2015

doa terbaik

" Doa Terbaik "
---------------------
Dahsyatnya Doa “Duduk Diantara Dua Sujud”
Ketika orang ditanya, “do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim ?”,
Banyak yang menjawabnya dengan salah.
Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a
Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari.
marilah kita renungi maknanya :

ROBIGHFIRLII, Wahai Tuhan ampunilah dosaku. Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho Allah. Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

WARHAMNII, Sayangilah diriku. Kalau kita disayang Alllah, hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih sayang akan dapat dicapai semua cita2. Dengan kasih sayang Allah nafsu kita akan terbimbing.

WAJBURNII, Tutuplah segala kekuranganku. Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekurangan kita ditutup/diperbaiki Allah, maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.

 WARFA’NII, Tinggikanlah derajatku. Kalau Allah sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.

WARZUQNII, Berikanlah aku rizki, sebagai hamba Allah kita membutuhkan rizki. Allah mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan.

WAHDINI, Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan. Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan agama. Tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah.

WA’AAFINII, Berikanlah aku kesehatan. Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban oranga lain. “Health is not everything, but without health everything is nothing.”

WA’FUANNII, Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan. Kita awali do’a ini dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan agar catatan dosa kita dihapus. Sehingga kita benar-benar bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir.
Allah memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah mencontohkan kepada kita, menurut logika do’a tersebut pasti terkabul, kecuali dari hati yg lalai dari apa yg disebutkan lisannya (jauh dari khusyuk)

Taman Dakwah
 Semoga Bermanfaat.....amiin

mutiara jum'at

Mutiara Jum'at

"Beramallah untuk duniamu sesuai dengan kadar lamanya kamu tinggal di dalamnya.
Beramallah untuk akhiratmu sesuai dengan kadar lamanya kamu tinggal di dalamnya"
[Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah]
----------------------------

Jum'at dan Shalawat

Perbanyak bershalawat kepada kekasih hati, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam..

"Sesungguhnya orang yang paling utama (untuk berkumpul dan dekat) denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku".

[HR. At-Tirmizdi, Ibnu Hibban dalam 'Shahihnya' dan Abu Ya'la dalam 'Musnadnya'. Al-Albani menyatakan 'Hasan' dalam 'Shahih Al-Jami' dan 'Shahih At-Targhib Wa At-Tarhib]

-------------------------------

Jum'at dan Al-Kahfi

Disunnahkan Membaca Surat ke 18, Al-Kahfi Setiap Hari Jum'at, Boleh Juga Malam Jum'at.. Jangan Lupa Mengambil Pelajaran Darinya..

Mengapa Membaca Surat 18 Al-Kahfi Setiap Jum'at..?

Agar supaya tertanam dalam hati kita 4 kisah sehingga kita waspada dari 4 fitnah kehidupan..!

1- Kisah Ash-habul Kahfi (ayat 9-26) agar kita waspada dari fitnah agama.

2- Kisah si kaya dan si miskin (ayat 32-44) agar kita waspada dari fitnah harta.

3- Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidlir -Alaihimas Salam (ayat 60-82) agar kita waspada dari fitnah ilmu.

4- Kisah Dzul Qornain dan sikapnya terhadap Ya'juj Wa Ma'juj (ayat 83-98) agar kita waspada dari fitnah kedudukan.

Pendorong dan penghias agar manusia terjerumus ke dalam fitnah-fitnah besar tersebut adalah Iblis.. [Ayat 50]

Solusi dari semua fitnah tersebut terdapat di akhir surat, yaitu:

Iman kepada hari kebangkitan..!
[Ayat 110]

Diantara Fadhilah Membaca Surat 18 Al-Kahfi;

"مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ."

"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya akan memancar cahaya terang yang menyinari dirinya di antara kedua Jum’at".

(HR. Al-Hakim (2/399), Al-Baihaqi (3/249).
Berkata Ibnu Hajar dalam takhrij Al-Adzkar: "Hadits Hasan".
Beliau juga berkata: "Ini adalah hadis paling kuat tentang keutamaan membaca surat Al-Kahfi".
Lihat "Faidlul Qadir" (6/198).
Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam "Shahih Al Jami' (6470)."
-------------------------------

Tiada Hari Tanpa Al-Quran..

Ajarkan kepada anakmu Al-Qur'an, maka Al-Qur'an akan mengajarkan kepada anakmu segala sesuatu..!
-------------------------------

Ajarkan Kepada Anakmu Cinta Rasul..

Para Sahabat Nabi dahulu mengajarkan sirah Nabi kepada anak-anak mereka seperti mengajarkan surat dari Al-Qur'an..

"Dahulu diajarkan kepada kami 'Maghozi Nabi' (sirah Nabi) sebagaimana diajarkan kepada kami surat dari Al-Qur'an"
[Ali bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib radliyallahu 'anhum]
--------------------------------

Mengajarkan Kepada Anak-Anak Cinta Sahabat Nabi ﷺ..

Berkata Al-Imam Malik rahimahullah:
"Para salaf dahulu mengajarkan kepada anak-anak mereka cinta Abu Bakar dan Umar seperti mereka mengajarkan surat dari Al-Qur'an"
[Riwayat Ibnu 'Asakir dalam 'Tarikh Damaskus']
-----------------------------------

Madzhab Cinta..

Aku Cinta Allah Ta'ala,
Aku Cinta Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam,
Aku Cinta Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu,
Aku Cinta Umar ibnul Khaththab Radhiyallahu 'Anhu,
Aku Cinta Utsman bin 'Affan Radhiyallahu 'Anhu,
Aku Cinta 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu,
Aku Cinta Semua Sahabat Nabi Radhiyallahu 'Anhum,
Aku Cinta 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha,
Aku Cinta Hafshoh Radhiyallahu 'Anha,
Aku Cinta Semua Isteri dan Keluarga Nabi Radhiyallahu 'Anhum..

Semoga Allah kumpulkan aku dengan mereka semua di Jannah, aamiin..

Akhukum Fillah
@AbdullahHadrami